Subscribe:

Jumat, 22 Maret 2013

Operasi Dalam Matriks

Matriks adalah suatu kumpulan data yang disusun menurut baris dan kolom dan dituliskan di dalam tanda kurung [ ]. Bilangan-bilangan dalam matriks disebut dengan entri/unsur. Berikut adalah contoh matriks :


Matriks A adalah matriks berukuran m x n, m menunjukkan banyaknya baris dan n menunjukkan banyaknya kolom. Matriks A dapat juga dinotasikan dengan  [aij]mxn atau [aij]. Entri yang terletak pada baris i dan kolom j pada matriks A dinyatakan sebagai aij. Transpose dari matriks A dinyatakan dengan dengan AT didefinisikan sebagai matriks n x m yang didapatkan dengan mempertukarkan baris-baris dan kolom-kolom dari A; sehingga kolom pertama dari AT adalah baris pertama dari A, kolom kedua dari AT adalah baris kedua dari A, dan seterusnya, sehingga diperoleh


Suatu matriks A dengan jumlah baris n dan jumlah kolom n disebut matriks bujursangkar ordo n dan entri a11, a22, …, ann disebut sebagai diagonal utama. Jika A adalah sebuah matriks bujursangkar maka trace dari A, yang dinyatakan sebagai tr(A), didefinisikan sebagai jumlah entri-entri pada diagonal utama A.

Terdapat beberapa operasi dalam matriks, yaitu
1. Penjumlahan
Matriks jumlahan dari dua matriks A + B (A dan B mempunyai ukuran sama) adalah matriks dengan entri-entrinya merupakan jumlahan dari entri-entri A dengan entrientri yang bersesuaian pada B.

2. Pengurangan (selisih)
Selisih A – B (A dan B berukuran sama) adalah matriks yang diperoleh dengan mengurangkan entri-entri pada A dengan entri-entri yang bersesuaian pada B.

Jika A =
  
 
a11a12a1n
a21a22a2n
a41a42amn
 
  
dan B =
  
 
b11b12b1n
b21b22b2n
b41b42bmn
 
  
A + B =
  
 
a11+b11a12+b12a1n+b1n
a21+b21a22+b22a2n+b2n
a41+b41a42+b42amn+bmn
 
  
A − B =
  
 
a11b11a12b12a1nb1n
a21b21a22b22a2nb2n
a41b41a42b42amnbmn
 
  

Dua matriks yang mempunyai ordo (dimensi) yang berbeda tidak dapat dijumlahkan atau dikurangkan.
Contoh :

A =
  
 
12
0-3
 
  
dan B =
  
 
31
-12
 
  
A + B =
  
 
12
0-3
 
  
+
  
 
31
-12
 
  
=
  
 
43
-1-1
 
  
A − B =
  
 
12
0-3
 
  
  
 
31
-12
 
  
=
  
 
-21
1-5
 
 

3. Perkalian
a. Jika A adalah matriks mx r dan B adalah matriks r x n maka hasilkali AB adalah matriks m x n yang entri-entrinya ditentukan sebagai berikut. Untuk mencari entri pada baris i dan kolom j dari AB, pisahkanlah baris i dari matriks A dan kolom j dari matriks B. Kalikan entri-entri yang bersesuaian dari baris dan kolom tersebut dan kemudian jumlahkan hasil yang diperoleh.
Contoh :

b. Jika A adalah matriks sebarang dan c adalah scalar sebarang, maka hasilkalinya cA adalah matriks yang diperoleh dari perkalian setiap entri pada matriks A dengan bilangan c. Matriks cA disebut sebagai kelipatan skalar dari A. Notasi : Jika A = [aij] maka (cA)ij = c(A)ij = caij.

4. Perkalian blok
Jika A dan B dipartisi menjadi sejumlah submatriks misalnya

maka AB dapat dinyatakan sebagai



dengan syarat ukuran-ukuran submatriks A dan B sedemikian rupa sehingga operasioperasi yang disebutkan dapat dilakukan. Metode perkalian matriks yang dipartisi ini disebut sebagai perkalian blok.


Uploaded by Hafni (110170107)

0 komentar:

Posting Komentar