Subscribe:

Senin, 25 Maret 2013

Determinan

Determinan adalah suatu fungsi tertentu yang menghubungkan suatu bilangan real dengan suatu matriks bujursangkar.

Fungsi determinan
·    Suatu permutasi dari bilangan-bilangan bulat {1, 2, 3, …, n} adalah penyusunan bilangan-bilangan tersebut dengan urutan tanpa pengulangan
Contoh:
Permutasi dari {1, 2, 3} adalah
           (1, 2, 3) (2, 1, 3) (3, 1, 2)
           (1, 3, 2) (2, 3, 1) (3, 2, 1)
Secara umum, bilangan-bilangan pada {1, 2, …, n} akan mempunyai n! permutasi.
·        Suatu permutasi (j1, j2, …, jn) dikatakan mempunyai 1 inversi jika terdapat satu bilangan yang lebih besar mendahului suatu bilangan yang lebih kecil.
Contoh:
(6, 1, 3, 4, 5, 2)
          6 mendahului 1, 3, 4, 5, 2           = 5 inversi
          3 mendahului 2                          = 1 inversi
          4 mendahului 2                          = 1 inversi
          5 mendahului 2                          = 1 inversi
Jadi terdapat 8 inversi dalam permutasi di atas (1, 2, 3, 4) : tidak terdapat inversi
b.    evaluasi determinan dengan reduksi baris

Teorema 1
Misalkan A adalah matriks bujursangkar
Jika A memiliki satu baris nol atau kolom nol,maka
          det(A) = 0
          det(A) = det (AT)

     Teorema 2
Jika A adalah matriks segitiga n´n (segitiga atas, segitiga
bawah atau diagonal), maka det(A) adalah perkalian entri-
entri pada diagonal utamanya
            det(A) = a11a22...ann

Teorema 3
Misalkan A adalah matriks bujursangkar
          Jika B adalah matriks yang dihasilkan dari perkalian suatu baris atau kolom dengan skalar k ≠ 0 maka   det(B) = k det(A)
          Jika B adalah matriks yang dihasilkan dari pertukaran dua baris atau kolom dari A maka det(B) = –det(A)
          Jika B adalah matriks yang dihasilkan ketika suatu baris ditambahkan dengan kelipatan baris lain atau suatu kolom ditambahkan dengan kelipatan kolom lain dari A, maka det(B) = det(A).

Teorema 4
Misal E adalah matriks elementer berukuran n ´ n,
          Jika E dihasilkan dari suatu baris In dikali k, maka
            det(E) = k
          Jika E dihasilkan dari pertukaran dua baris pada In, maka det(E) = -1
          Jika E dihasilkan dari suatu baris ditambah kelipatan baris lain di In, maka det(E) = 1

Teorema 5
          Jika A adalah matriks bujursangkar dimana terdapat dua
          baris atau dua kolom yang saling berkelipatan, maka
          det(A) = 0
c.     kofaktor

det(A) = a11a22a33a13a21a32 + a12a23a31 - a12a21a33 - a11a23a32 - a13a22a31

det(A)   = a11 (a22a33 - a23a32) - a12 (a21a33 - a23a31) + a13 (a21a32 - a22a31)
            = a11M11a12M12 + a13M13
            = a11c11 + a12c12 + a13c13
Formula ini menyatakan determinan matriks A ekspansi kofaktor berdasarkan baris pertama dari A.
Jika A adalah matriks n´n, Cij kofaktor dari aij, maka
disebut matriks kofaktor dari A.
Transposenya disebut matriks Adjoin dari A, ditulis Adj(A) 

Ekspansi Kofaktor dan Aturan Cramer
Jika A matriks bujursangkar, maka minor dari entri aij, dinotasikan dengan Mij adalah determinan dari submatriks setelah baris ke-i dan kolom ke-j dihilangkan dari A. Kofaktor dari entri aij adalah bilangan dinotasikan dengan Cij


Posted by : Eva Rahayu (110170106)

0 komentar:

Posting Komentar